Nah, ini dia (bukunya)!
Posted under: Indonesian, publication 9 comment(s)Rupanya, proses penerbitan buku itu lumayan rumit. Tahap yang paling melelahkan adalah pengeditan dan perancangan (design) buku. Mungkin karena buku ini berisi tulisan-tulisan yang pernah dipublikasikan, sehingga tahap penulisannya tidak begitu rumit karena naskahnya sudah siap cetak. Anyway, pengalaman pertama kan selalu exiting. Jadi, ini dia buku pertama yang saya publikasikan!
Buku ini sekarang sedang dalam proses pencetakan. Sebentar lagi akan masuk ke distribusi dan penjualan. Pengumuman dalam blog ini bisa diartikan sebagai 'pre-soft launching'. Nanti, kalau Tuhan mengijinkan, akan diadakan launching di beberapa kota, tergantung dukungan sponsor.
Dalam rangka 'pre-soft launching' ini, saya ingin memberikan buku gratis untuk 5 komentar pertama di posting ini. Jumlah buku gratis yang akan dibagikan bagi komentator masih bisa untuk diperbanyak, tergantung antusiasme yang berkembang. Bagaimana, Anda berminat? :-)
Nah, daripada saya mempromosikan buku yang ditulis sendiri, lebih baik saya tampilkan komentar-komentar dari rekan-rekan yang nantinya akan ditampilkan juga di sampul belakang. Komentarnya seperti ini:
Dr. B. Herry-Priyono, staf pengajar pada Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta:
...tulisan-tulisan dalam buku ini terasa menggigit. Martin Manurung tidak bersumpah-serapah, tetapi atas nama kita ia menagih pemerintah untuk kembali memeluk alasan adanya. Alasan adanya pemerintah adalah memakai kebijakan publik sebagai cara sengaja menanam-kembali ekonomi dan politik bagi pembentukan Indonesia sebagai hidup bersama, dan bukan menyalahgunakan kebijakan publik sebagai barang dagangan melalui ketersanderaan. Meski sayup-sayup, tulisan-tulisan dalam buku ini seperti desakan nyaring kepada para pembuat kebijakan: “kejarlah dulu rasa-merasa Republik, hal-hal lain akan ditambahkan kepada kita”. (dikutip dari Kata Pengantar)
Budiman Sudjatmiko, Pegiat politik dan pemerhati isu-isu sosial:
Kumpulan tulisan Martin Manurung, seorang ekonom muda, adalah deklarasi nalar yang argumentatif untuk kebijakan ekonomi-politik baru Indonesia. Kita dihadang suatu persoalan: kritik-kritik atas serbuan neoliberalisme selama ini kerapkali masih beringsut dalam wilayah normatif. Pembebasan bangsa dan rakyat atas serbuan neoliberalisme harus diawali dengan ‘pembebasan’ kritik dari pernyataan-pernyataan normatifnya, menjadi argumentasi nalar ekonomi politik yang kuat. Sebagai seorang aktivis lulusan Fakultas Ekonomi UI dan University of East Anglia-Inggris, Martin yang saya kenal tentu tak menolak untuk menjalankan misi tersebut. Untuk itulah, kumpulan tulisan ini diterbitkan dan sampai di tangan Anda. Tulisan-tulisan serupa diharapkan bisa lahir agar ke-Indonesia-an dan nalar kita bisa berlanjut.
Maruli Gultom, Ketua Umum Ikatan Alumni UKI. Direktur PT Astra International, Tbk. Aktivis Mahasiswa 77/78:
Sepuluh tahun yang lalu, Martin Manurung (MM) ikut berjuang di jalanan menuntut perubahan di republik ini. Rejim Orde Baru berhasil ditumbangkan dan reformasi mulai digulirkan. Namun MM harus kecewa. Tidak ada tanda tanda bahwa apa yang diperjuangkannya sepuluh tahun yang lalu akan terwujud. Keprihatinannya pada keadaan bangsa hari ini mungkin telah mendorongnya untuk kembali berjuang – dengan menulis. Tulisannya mengungkap dengan cermat salah kaprah yang dilakukan pengelola negara dan dengan cerdas menunjukkan yang seharusnya dilakukan. Seandainya para pengambil kebijakan nasional mau meluangkan waktu membaca dan merenungkan tulisan-tulisan MM, ada harapan bahtera bangsa yang besar ini akan dilayarkan laju menuju pulau kesejahteraan rakyat.
Coen Husain Pontoh, editor blog IndoPROGRESS, New York, AS:
Setelah hampir sepuluh tahun reformasi bergulir, ketika masalah makin bertumpuk dan kusut, Martin berhasil menyibak dan mengurai benang kusut masalah-masalah ekonomi-politik itu dengan bahasa yang jernih dan lugas. Ia menyegarkan kembali harapan kita yang mulai redup. Dengan kombinasi pengetahuan ekonomi yang terlatih dan aktivisme politik penulisnya, buku ini hadir di saat yang sangat tepat.
Wimar Witoelar, Chairman Intermatrix Communications dan mantan juru bicara Presiden:
Dalam usia yang muda, Martin Manurung berhasil membawakan pemikiran yang tegar berdasarkan perspektif yang sangat dewasa. Ilmu ekonomi yang dikuasainya menjadi kerangka tulisan yang diperlengkapi dengan pandangan positif terhadap peran proaktif manusia untuk menerobos kejemuan lama menuju dunia yang baru. Mungkin kelahiran intelektual sebagai pejuang reformasi yang memberikan warna aktivis yang kental pada visi masyarakatnya. Jelas buku ini merupakan kumpulan tulisan yang menggugah, mengajak kita untuk memberdayakan intelektualitas berbasis sosial.















8:16 PM
Martin,bukunya bakal available online ga? gue ga di indo,jadinya agak ribet kalo pengen beli buku ini.
12:51 PM
Ovie, ntar dikirim bukunya via post deh.. E-mail aja ke gw alamat loe.
1:56 PM
ehm....kayaknya bakal dituduh KKN deh kalo kebagian yang gratisan juga...
harus beli dengan uang sendiri nih di toko buku terdekat!
HEHEHEHEHEHE......
5:17 AM
Om Martin, saya mau beli bukunya..,tapi sayang lagi di luar nih..,kira2 bisa pesen lewat online ga..? Thanks.
-hafif-
2:01 PM
Bung Martin,
Wah sepertinya saya komentator ke-5 untuk posting ini. Sesuai janji bung saya akan dapat buku donk hehehehe..
But, i am not put my comments just for getting thats books. Lets me give my testimonial according to your intellectual activity..
------
INDONESIA begitu beruntung punya intelektual muda seperti Martin Manurung.
Saya salah satu dari banyak orang yang akrab dengan tulisan laki-laki berdarah batak ini. Saya menyukai kelenturan bahasa yang dia gunakan. Analisisnya dalam, menusuk dan membuka tabir yang tak terpikir orang banyak.
Dia tidak menulis untuk sekadar memprovokasi atau mengelitik nalar. Dia menulis juga untuk mendidik. Itu sebab nya gaya menulis nya begitu ringan dan mudah dimengerti.
Jika mengingat Martin, saya langsung teringat dengan Aristoteles. Filsuf klasik Yunani itu, sekali waktu pernah bernubuat. Dia bilang," Cerdas itu kalau bisa membuat yang rumit jadi sederhana."
Martin si pemikir muda ini, menyempurnakan nubuat si Aristoteles. Dia menulis dunia ekonomi politik yang rumit, menjadi bacaan yang sederhana dan menarik. Maka tidak berlebihan kiranya jika saya menyebut Martin sebagai pemikir cum penulis cerdas.
Congraz ya bung
salam,
Erix Hutasoit
5:24 PM
Masih ada kesempatan dapat buku gratis ga ya? blom ada budget untuk beli buku nih, maklum masih kuliah :)
gimana caranya? email saya ya : chimax_andi@yahoo.com
8:31 AM
conratulation lae! semoga menginspirasikan transpormasi yang kadung transforbasi. inspiratif sekali buku itu.
namun sungguh saya heran, banyak kali yang menginginkan perubahan, namun tetap bersahabat dengan transportasi yang basi.
seperti cover buku itu memang, di tengah suatu reruntuhan.
8:33 PM
wah thanks banget!sorry baru balik skarang,kemaren baru sibuk lahiran.
kirimin ke bandung aja deh,biar ga banyak ongkos kirimnya.
Ovie Marbun
Taman Cibaduyut Indah F/10
Bandung 40239
thanks banget ya!
2:35 AM
Wah, ternyata setia dengan komitmennya sedari dulu, mulai dari fordem, formakub, sampai publikasi ide-ide yang serius dan intelek..
Masih kenal gak?
essyeisen.com